Rabu, 25 Juli 2012

Belajar Dari Sepak Bola



Saat itu Munez-Santiago tidak berada di lapangan beserta Starting Eleven Real Madrid CF, Melawan Arsenal FC di Santiago Bernabeu untuk lanjutan Liga Champion Eropa. Munez Harus duduk dan sabar di bangku pemain cadangan. Ia tidak menjadi starter di pertandingan kali ini, padahal nilai transfernya cukup fenomenal dari New Castle United klubnya dahulu ke klub para bintang sepak bola Real Madrid. Padahal di NewCastle United Munez selalu jadi starter. Tapi di sini Real Madrid, Munez harus bersaing dengan para penyerang terbaik Los Galacticos lainnya. Dan pertandingan kali ini perempat final, bisa saja Munez tidak di turunkan untuk bermain.

Real Madrid Tertinggal 2 gol dari Arsenal, hingga turun minum. Di Paruh kedua munez belum di turunkan, tapi di menit-menit akhir Munez di turunkan menggantikan Gavin Harish. Munez pun mencetak satu gol penyemangat untuk punggawa Real Madrid dan menyuntikan semangat untuk mengejar ketertinggalan dari Arsenal. Dan supporter tuan rumah bersorak saat tendangan bebas David Beckham menembus gawang Arsenal untuk menyamakan kedudukan dan melanjutkan babak pertambahan waktu.

Di babak pertambahan waktu, permainan di menangkan Tuan Rumah, dan mengantarkan Los Galacticos menuju semi final Champion Eropa.

Di atas merupakan cuplikan dari Film Goal 2, lanjutan dari Goal 1. Di Film itu mengangkat satu karakter tokoh sebagai pemain sepak bola yang ignin menjadi pemain profesional international. Santiago Munez, peran utama yang menjalani hari-hari berat dan penuh semangat juang dan pantang menyerah untuk meraih mimpinya menjadi pemain sepak bola yang hebat dan terkenal.

Satu tokoh karakter yang menggambarkan bagaimana perjalanan hidup untuk menjadi pemain terbaik di klub besar. bermainpenuh semangat dan pantang menyerah, giat berlatih dan tidak pernah mengeluh. Meskipun terkadang harus duduk di bangku cadangan hingga akhir pertandingan, karena tidak di berikan kesempatan bermain dan tidak di jadikan starter di pertandingan klub.

Tidak sedikit pemain bintang yang terpaksa harus duduk di bangku cadangan karena kalah bersaing dengan pemain lain dalam satu klub. Tapi tidak sedikit juga dari mereka yang berhasil melewati ujian berat untuk menjadi starter di tim utama. tentunya dengan ke uletan dan sifat pantang menyerah. Di mana semangat mereka untuk meraih tempat utama begitu besar, namun mereka tetap bersaing dengan sehat.

Dari catatan diatas, seperti halnya kejadian yang pernah saya alami sendiri. Saat itu seorang teman saya sedikit kecewa karena tidak di turunkan dalam satu pertandingan kompetisi antar divisi di sebuah perusahaan tempat kami bekerja. Ia sangat kecewa karena tidak di mainkan di partai itu, pasalnya ia sudah menunggu lama dan sudah hadir sebelum jampertandingan di mulai.

Saat itu tim kami sedang tertinggal 2 point dan kami harus bisa menyamakan kedudukan bahkan kami harus membalikan keadaan dan memenangi pertandingan. Dan kami sadar tim ini harus ada perubahan dan penyegaran pemain, tentunya pemain yang lebih baik. Dan pelatih tahu apa yang harus di lakukan. Dan harus berhati-hati untuk melakukan pergantian pemain. Dan Teman saya itu tidak di turunkan di pertandingan hingga wasit meniup peluit panjang dan mengakhiri pertandingan dengan skor 2-1 untuk tim lawan.

Setelah pertandingan usai pemain tersebut mengutarakan kekecewaannya karena tidak di turunkan di pertandingan tersebut, dan pelatih bisa mengerti keadaan tersebut dan memberikan penjelasan kepada pemain tersebut, dan akhirnya dengan wajah yang menunjukkan ketidak puasan akhirnya ia bisa menerimanya.

Pelatih juga manusia yang bisa melakukan pergantian pemain yang salah. Di saat tim tertinggal tentu saja harus ada perubahan yang memberikan semangat kepada tim untuk mengejar dan mengungguli tim lawan. Bisa saja pelatih tersebut mempunyai strategi bagus untuk mempertahankan kemenangan, namun hasil akhirnya malah jadi blunder dan menderita kekalahan.

Contohnya di Champions League Eropa 2012 yang beru lalu. Saat Chealsea menjuarainya dengan mengalahkan Bayern Munich di Final. Maksud dari pelatih Munich Saat itu tepat saya rasa dengan menarik Muler beberapa saat setelah ia mencetak gol untuk kemenangan sementara dari Chealse di menit 83. Masuknya Van Buyten menggantikan Muler Yaitu untuk memperkokoh lini tengah dan Pertahanan untuk mempertahankan kemenangan hingga akhir pertandingan. Namun keputusan itu di anggap kurang tepat dan lebih ke arah blunder, malah di nilai salah bagi orang yang sepintas Hobi sepak bola dan tidak mengerti betul kepelatihan.

Pasalnya, Gol balasan dari Chealsea lahir di menit ke 88, hanya Lima menit berselang setelah Muler ditarik keluar dan di gantikan Van Buyten. Terpaksa pertandingan di lanjutkan dengan dua kali Pertambahan Waktu. Menit-menit akhir di pertandingan sepak bola memang sangat misterius. Apapun bisa terjadi di injury time. Dan itu terjadi di Liga Champion eropa Tahun 2012.


Dan Akhirnya Chealsea jadi Juara setelah dua kali perpanjangan waktu di selesaikan dengan gol Fernando Torres.

Setiap orang yang masuk di lingkaran Sepak bola harus siap dengan konsekwensinya. Harus siap duduk di bangku cadangan karena performa yang kalah bersaing dengan pemain lain. Harus siap tidak dimainkan karena kalah bersaing dengan rekan satu tim. Harus siap menerima kenyataan jika cedera datang dan tidak mau pergi. Harus siap di elu-elukan penonton, fans dan media. Harus siap di jelek-jelekan dan dicemooh. dan Harus siap di salahkan karena anda di anggap biang kegagalan dalam tim.

Sabtu, 21 Juli 2012

Kebiasaan yang Mengurangi Nilai Ibadah Ramadhan


created by: adhwa07


               Subhanalloh walhamdulillah walaa Illaa Ha Illalloh Huallohu Akbar Laa Haula Walaquwwata Illabillahil ‘aliyil adzim. Ramadhan Adalah bulan penuh berkah bagi umat islam, bulan penuh ampunan, bulan penuh magfiroh, bulan dimana amalan sunnah menjadi wajib dan amalan wajib menjadi berlipat ganda. Bulan dimana Al-Qur’an di turunkan kebumi sebagai sandaran umat Nabi Muhammad SAW.
                Ramadhan adalah bulan yang mewajibkan Umat Islam untuk puasa mulai terbit fajar hingga terbenamnya matahari, dengan menahan segala hawa nafsu. Diantaranya makan, minum, amarah dan hubungan halal antara suami istri di siang hari. Dengan memperbanyak mengingat Alloh SWT, dan medekatkan diri kepada Alloh SWT. Dan masih banyak lagi berkah yang dapat kita raih di bulan Ramadhan.
                Namun tidak sedikit kebiasaan-kebiasaan yang bisa mengurangi bahkan menghilangkan amalan atau ibadah lainnya. Ada beberapa hal, diantaranya yang harus kita hindari :
1.       Sahur lebih awal dan meninggalkan shalat berjamaah
Mudah-mudahan hal ini karena kita sangat bersemangat menyambut Ramadhan dengan sangat gembira dan kita aplikasikan dengan melaksanakan makan sahur di awal waktu. Namun catatan pentingnya adalah mempersilahkan sahur di awal waktu namun tidak meninggalkan shalat shubuh berjamaah. Karena bisa saja kita sahur di awal waktu sebut saja jam 3 pagi misalnya, namun setelah itu kita tidur sejena, maksudnya untuk menghilangkan kantuk, tapi kita bangun jam 6 pagi. Naudzubilahhimin dzalik. Mudah-mudahan kita terhindar dari hal seperti ini. Ada beberapa Hadits tentang Waktu Sahur
Bukankah Rasululloh SAW mengajarkan untuk makan sahur di akhir waktu.
Dari Zaid bin Tsabit t beliau berkata : “kami pernah sahur bersama Nabi SAW kemudian Beliau bangkit untuk sholat” saya (Anas bin Malik ) bertanya : berapa jarak antara adzan dan waktu sahur? Dia jawab : “seukuran lima puluh ayat” (HR Bukhory no. 1921)

2.      Semangat di Awal Ramadhan dan Santai menjelang Akhir Ramadhan

Semoga kita selalu semangat dari awal Ramadhan hingga akhir Ramadhan dan hingga bertemu dengan Ramadhan berikutnya tambah semangat. Mungkin karena ada anggapan karena sudah khatam, tadarus menjelang akhir Ramadhan berkurang. Yang tadinya satu juz satu malam menurun setengah juz semalam. Tidak jarang kita  lihat mushola dan masjid begitu penuh sesak tarawih di awal Ramadhan, tetapi menjelang akhir Ramadhan? Semoga kita bisa tetap istiqamah semangat menjalani ibadah Ramadhan dari awal hingga akhir.
Shalat tarawih mulai di kerjakan di rumah sendiri-sendiri, semangat berjamaah berkurang.

3.      Belanja Keperluan Hari Raya di  10 hari terakhir Ramadhan.

Mungkin Karena beranggapan karena diskon lebaran besar-besaran, maka dari itu banyak saudara muslim yang melaksanakan puasa Ramadhan lebih memilih berbelanja untuk keperluan hari Raya Iedul Fitri. Padahal 10 hari terakhirlah begitu besar berkah dan pahala yang bisa kita raih. Apakah kita akan merusak pahala 10 hari terakhir dengan berada di tempat keramaian yang bukan majelis ilmu dan kumpulan I’tikaf.

Rasululloh SAW menjelaskan Tentang 10 Hari terakhir di bulan Ramadhan.
“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bila memasuki sepuluh akhir (dari bulan Ramadhan), beliau mengencangkan sarung, menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya “. (HR. Al-Bukhari no. 1884 dan Muslim no. 2008)
Dalam Hadits lain :
“Pada sepuluh terakhir bulan Ramadlan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lebih giat beribadah melebihi hari-hari selainnya.” (HR. Muslim no. 2009)
Ada dua penafsiran di kalangan ulama mengenai makna ‘mengencangkan sarung’:
a.      Ini adalah kiasan dari memperbanyak ibadah, fokus untuk menjalankannya, dan  bersungguh-sungguh di dalamnya.
b.      Ini adalah kiasan dari menjauhi berhubungan dengan wanita. Ini adalah pendapat Sufyan Ats-Tsauri dan yang dirajihkan oleh Al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahumallah.

Makna ‘menghidupkan malam’ adalah  :

Mengisinya dengan ibadah dibandingkan tidur yang merupakan saudara dari kematian.
Makna ‘membangunkan keluarga’ adalah mendorong dan memerintah keluarga untuk mengisi malam-malam itu dengan ibadah.

Saudaraku sekalian, semoga kita bisa meraih keridhoan Alloh SWT di bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah dan ampunan. Semoga kita di beri kekuatan dan kesehatan di bulan Suci ini untuk menjalankan ibadah.

Ahlan wasahlan Ya Sahrus Syiam, Marhaban Ya Ramadhan.

Wallohu ‘alam bissowab.

Mohon Koreksi jika ada kesalahan.

Semoga Bermanfaat.


Selasa, 17 Juli 2012

Edit Foto di Photoshop CS4 Plus Google+

             

Playing Alone With Sand

             Ide awalnya datang saat anak perempuan saya ingin minta pergi ke Stadion mini Cikarang. Bukan untuk main bola tentunya, bukan juga jogging. Tapi main pasir di lintasan lompat jauh.
            Saat bermain di pasir saya abadikan dengan mengambil gambar. Karena itulah muncul ide untuk menggabungkan gambar yang saya ambil dengan gambar lain dari google dengan editing di Photoshop CS4.
  
Before Ficture



  Setelah proses editing di Photoshop CS4 selesai, saya upload ke google+ dan saya lanjutkan editing di google+.
Dan hasilnya seperti di bawah ini.

After Editing


                Semoga anak saya setelah besar nanti tersenyum, karena di ajak main pasir di lintasan lompat jauh bukan di pantai. Hehe….


Wallohu a’lam bi showab.




HATUR NUHUN

Kamis, 12 Juli 2012

Pawai Obor Tahun Baru Hijriah


Jika saya mengenang saat masih duduk di kelas 1 Madrasah, setiap malam tanggal 1 hijriyah kami sangat senang. Madrasah Ibtida'iyah Al-Khoeriyah yang berada di kampung kami Pulo Besar, Karang Bahagia-Cikarang Utara, senantiasa mengadakan acara menyambut Tahun Baru Hijriyah dengan kegiatan-kegiatan Islami tentunya.

Doa bersama setelah Shalat Magrib, Shalawat bersama, Tadarus, menyantuni anak yatim dan banyak lagi. Tak ketinggalan acara special untuk murid-murid madrasah. Pawai Obor. Kami sangat menantikan saat ini. Moment di mana anak-anak berjalan menelusuri jalan di perkampungan dengan membawa obor bambu dengan minyak tanah sebagai bahan bakar.

Saat itu yang saya rasakan hanyalah kegembiraan, berjalan di malam hari dengan membawa obor bersama-sama sambil Bershalawat Pada Rosululloh SAW. Setelah beberapa tahun berlalu, dan setelah menginjak SMA barulah saya mengerti ada makna yang jauh lebih penting dari kegiatan masa kecil kami di bangku Madrasah.

Beberapa makna yang saya ketahui di antaranya adalah sebagai alat Syiar Islam. selain itu makna tak kalah penting adalah alat untuk mengenalkan kepada anak-anak sejak dini tentang napak tilas Hijrahnya nabi Muhammad SAW. Juga sebagai alat peringatan atau dakwah mungkin secara tidak langsung.

Jika kita mengerti dan memahami sebelumnya akan makna dari pawai obor ini, kita akan merasa di ingatkan kembali akan umur kita. Bahwa umur kita seperti obor bambu dengan minyak tanah yang membuat menyala. Obor akan mati jika minyak habis, begitu juga jika kita konversi ke umur kita. Umur kita akan sampai pada waktunya untuk menghadap sang Khaliq. Akan Padam dan Mati.

Sebelum obor mati, obor akan menerangi jalan dan memberikan cahayanya bagi si pembawa obor, menerangi jalan, memberi kebahagiaan, memberi tahu jalan mana yang harus di lewati, dan agar kita sampai pada tujuan dengan selamat.

 Pawai obor kita jadikan sebagai pengingat kita akan sisa umur kita, untuk bisa bermanfaat untuk diri sendiri, dan Insya Alloh bisa memberikan manfaat untuk orang lain dengan banyak beribadah kepada Alloh SWT dan bisa meneladani Rosululloh SAW. Semangat anak-anak pada malam tahun baru hijriah dengan pawai obornya semoga menjadikan cambuk bagi saya pribadi dan kita semua sebagai penyemangat memperbanyak ibadah di sisa umur kita.



Wallohu 'Alam bissawab.




HATUR NUHUN