Sabtu, 21 Juli 2012

Kebiasaan yang Mengurangi Nilai Ibadah Ramadhan


created by: adhwa07


               Subhanalloh walhamdulillah walaa Illaa Ha Illalloh Huallohu Akbar Laa Haula Walaquwwata Illabillahil ‘aliyil adzim. Ramadhan Adalah bulan penuh berkah bagi umat islam, bulan penuh ampunan, bulan penuh magfiroh, bulan dimana amalan sunnah menjadi wajib dan amalan wajib menjadi berlipat ganda. Bulan dimana Al-Qur’an di turunkan kebumi sebagai sandaran umat Nabi Muhammad SAW.
                Ramadhan adalah bulan yang mewajibkan Umat Islam untuk puasa mulai terbit fajar hingga terbenamnya matahari, dengan menahan segala hawa nafsu. Diantaranya makan, minum, amarah dan hubungan halal antara suami istri di siang hari. Dengan memperbanyak mengingat Alloh SWT, dan medekatkan diri kepada Alloh SWT. Dan masih banyak lagi berkah yang dapat kita raih di bulan Ramadhan.
                Namun tidak sedikit kebiasaan-kebiasaan yang bisa mengurangi bahkan menghilangkan amalan atau ibadah lainnya. Ada beberapa hal, diantaranya yang harus kita hindari :
1.       Sahur lebih awal dan meninggalkan shalat berjamaah
Mudah-mudahan hal ini karena kita sangat bersemangat menyambut Ramadhan dengan sangat gembira dan kita aplikasikan dengan melaksanakan makan sahur di awal waktu. Namun catatan pentingnya adalah mempersilahkan sahur di awal waktu namun tidak meninggalkan shalat shubuh berjamaah. Karena bisa saja kita sahur di awal waktu sebut saja jam 3 pagi misalnya, namun setelah itu kita tidur sejena, maksudnya untuk menghilangkan kantuk, tapi kita bangun jam 6 pagi. Naudzubilahhimin dzalik. Mudah-mudahan kita terhindar dari hal seperti ini. Ada beberapa Hadits tentang Waktu Sahur
Bukankah Rasululloh SAW mengajarkan untuk makan sahur di akhir waktu.
Dari Zaid bin Tsabit t beliau berkata : “kami pernah sahur bersama Nabi SAW kemudian Beliau bangkit untuk sholat” saya (Anas bin Malik ) bertanya : berapa jarak antara adzan dan waktu sahur? Dia jawab : “seukuran lima puluh ayat” (HR Bukhory no. 1921)

2.      Semangat di Awal Ramadhan dan Santai menjelang Akhir Ramadhan

Semoga kita selalu semangat dari awal Ramadhan hingga akhir Ramadhan dan hingga bertemu dengan Ramadhan berikutnya tambah semangat. Mungkin karena ada anggapan karena sudah khatam, tadarus menjelang akhir Ramadhan berkurang. Yang tadinya satu juz satu malam menurun setengah juz semalam. Tidak jarang kita  lihat mushola dan masjid begitu penuh sesak tarawih di awal Ramadhan, tetapi menjelang akhir Ramadhan? Semoga kita bisa tetap istiqamah semangat menjalani ibadah Ramadhan dari awal hingga akhir.
Shalat tarawih mulai di kerjakan di rumah sendiri-sendiri, semangat berjamaah berkurang.

3.      Belanja Keperluan Hari Raya di  10 hari terakhir Ramadhan.

Mungkin Karena beranggapan karena diskon lebaran besar-besaran, maka dari itu banyak saudara muslim yang melaksanakan puasa Ramadhan lebih memilih berbelanja untuk keperluan hari Raya Iedul Fitri. Padahal 10 hari terakhirlah begitu besar berkah dan pahala yang bisa kita raih. Apakah kita akan merusak pahala 10 hari terakhir dengan berada di tempat keramaian yang bukan majelis ilmu dan kumpulan I’tikaf.

Rasululloh SAW menjelaskan Tentang 10 Hari terakhir di bulan Ramadhan.
“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bila memasuki sepuluh akhir (dari bulan Ramadhan), beliau mengencangkan sarung, menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya “. (HR. Al-Bukhari no. 1884 dan Muslim no. 2008)
Dalam Hadits lain :
“Pada sepuluh terakhir bulan Ramadlan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lebih giat beribadah melebihi hari-hari selainnya.” (HR. Muslim no. 2009)
Ada dua penafsiran di kalangan ulama mengenai makna ‘mengencangkan sarung’:
a.      Ini adalah kiasan dari memperbanyak ibadah, fokus untuk menjalankannya, dan  bersungguh-sungguh di dalamnya.
b.      Ini adalah kiasan dari menjauhi berhubungan dengan wanita. Ini adalah pendapat Sufyan Ats-Tsauri dan yang dirajihkan oleh Al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahumallah.

Makna ‘menghidupkan malam’ adalah  :

Mengisinya dengan ibadah dibandingkan tidur yang merupakan saudara dari kematian.
Makna ‘membangunkan keluarga’ adalah mendorong dan memerintah keluarga untuk mengisi malam-malam itu dengan ibadah.

Saudaraku sekalian, semoga kita bisa meraih keridhoan Alloh SWT di bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah dan ampunan. Semoga kita di beri kekuatan dan kesehatan di bulan Suci ini untuk menjalankan ibadah.

Ahlan wasahlan Ya Sahrus Syiam, Marhaban Ya Ramadhan.

Wallohu ‘alam bissowab.

Mohon Koreksi jika ada kesalahan.

Semoga Bermanfaat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar